Bab Tiga Puluh Delapan: Munculnya Kembali Sosok Api Hitam
Ah~~ Bab keempat tiba~~ Tinggal satu bab lagi dan tugas hari ini pun selesai~ Hore~
===============================================
Kris masih duduk di sisi ranjang Subaru. Saat melihat mata Subaru terbuka, sebelum sempat bersukacita atas kesadaran Subaru, tiba-tiba sebuah sosok berdiri di sampingnya.
Bulu kuduk Kris seketika meremang.
Wilayahnya langsung dilepaskan, menyelimuti seluruh ruangan. Kris menoleh ke arah sosok yang muncul secara tiba-tiba itu.
Orang tersebut mengenakan zirah hitam yang membungkus seluruh tubuhnya, hanya menyisakan bagian mata.
Zirah itu agak mirip dengan zirah Ksatria Naga Kegelapan, tetapi jelas bukan zirah milik mereka. Berbagai detail kecil pada zirah tersebut menunjukkan perbedaan yang nyata.
Tombak Gugurnya Awan telah berada dalam genggaman Kris. Ia berdiri di depan ranjang, menatap lawannya dengan sorot mata serius.
Orang itu pun tampaknya sedang menatap Kris.
“Siapa kau!” bentak Kris tajam. Bersamaan dengan itu, auranya pada tingkat kegelapan keempat pun terbuka.
Lawan tidak menjawab. Tatapannya justru menembus melewati Kris, mengarah kepada Subaru yang baru saja sadar di atas ranjang.
“Yang Mulia, sudahkah Anda memikirkannya!? Serahkan Paduka Warisan itu kepadaku.”
Suara orang tersebut serak, terdengar sangat tidak nyaman, seolah-olah ada cakar kucing yang menggaruk-garuk hati. Entah ia sengaja mengubah suaranya atau memang suara aslinya seperti itu.
Setelah terdiam sesaat, Subaru perlahan bangkit dari ranjang. Ia menatap orang itu dan berkata, “Paduka Warisan itu tidak akan berguna bagimu. Lagi pula, aku tidak mungkin menyerahkannya.”
“Baik, sangat baik. Hehehe!”
Suara serak pria berzirah hitam itu dipenuhi tawa sinis yang menunjukkan kemarahannya.
Ledakan dahsyat terdengar.
Energi tempur hitam yang ganas tiba-tiba meledak dari tubuh pria tersebut. Itu adalah kekuatan kegelapan yang murni.
Di luar tubuhnya, kobaran api hitam bergelora dan menyala cepat di permukaan zirah, membakar seluruh tubuhnya.
“Tingkat kegelapan ketiga!?”
Saat energi pria berzirah hitam itu dilepaskan, Kris langsung terkejut melihat aura yang begitu dikenalnya.
“Frosa! Apakah kau orangnya!?”
Sorot mata Kris berubah serius. Ia menatap lurus sosok yang diselimuti api kegelapan itu sambil berteriak keras.
“Hehehe!”
Pria berapi hitam itu mengeluarkan tawa dingin, tetapi tidak menjawab pertanyaan Kris. Ia memutar telapak tangannya, dan sebuah tombak panjang berwarna biru jernih muncul dalam genggamannya.
Begitu melihat tombak tersebut, mata Kris langsung membelalak. Ia kembali berseru dengan terkejut.
“Tombak Keabadian!”
“Jadi kaulah orang yang membunuh Pig dan menyergap Kuil Ksatria!”
Benar. Senjata yang dikeluarkan lawannya adalah Tombak Keabadian—tombak biru yang dahulu memungkinkan Pig, dengan mengandalkan Dunia Dewa Laut, memadamkan sumber kehidupan Kris. Tombak ajaib itu bahkan menduduki peringkat kelima belas dalam Daftar Tombak Ilahi.
Bagaimana mungkin Kris tidak mengenal Tombak Keabadian?
Pada masa ketika sumber kehidupannya lenyap, Kris berkali-kali mengingat kembali pertarungan yang bagaikan mimpi buruk dari neraka itu. Tombak tersebut dan teknik itu telah terukir begitu dalam di benak dan hatinya.
Bahkan sekarang, setelah pulih dan kekuatannya meningkat pesat, jika kembali ke pertarungan kala itu, Kris tetap tidak berani memastikan bahwa dirinya mampu menahan Dunia Dewa Laut sepenuhnya.
Pig memang sangat kuat, dan teknik itu pun jelas luar biasa.
Pria berapi hitam itu tertawa liar.
“Hahahahahaha! Akulah orangnya! Aku yang membunuh Pig! Aku yang membunuh orang-orang dari Kuil Ksatria! Bahkan, Tombak Penghakiman yang dahulu kau miliki juga kuambil! Aku membantumu membunuh para utusan Kuil Ksatria yang mengaku-ngaku itu! Bukankah seharusnya kau berterima kasih kepadaku!? Hahahaha!”
Ia berbicara dengan nada serak, seolah-olah sedang menceritakan sebuah prestasi yang membanggakan.
Nada suaranya penuh ketenangan, keyakinan, dan kesombongan.
Seolah-olah ia sama sekali tidak menganggap Kris penting.
“Kenapa? Pemimpin Ksatria Naga, sumber kehidupanmu sudah pulih!? Sungguh keajaiban! Meskipun kemunculanmu merupakan sesuatu yang tidak terduga, kau tetap tidak akan mampu mengubah apa pun!”
Sambil terus berbicara, pria itu mengangkat Tombak Keabadian di tangannya dan mengarahkannya lurus kepada Kris.
Alis Kris berkerut dalam. Dari percakapan singkat tadi, ia masih belum dapat memastikan identitas pria berapi hitam tersebut.
Ia juga tidak tahu apakah pria itu memiliki hubungan dengan konflik perang antarnegara di perbatasan.
Namun, tidak ada gunanya terus berbicara. Jika ingin mengetahui segala sesuatu tentang pria berapi hitam itu, caranya sangat sederhana: kalahkan dia dan lepaskan helmnya dengan tangan sendiri.
Kesombongan dan provokasi pria itu akhirnya membuat Kris murka.
Zirah Pemimpin Ksatria Naga seketika muncul dari dadanya, lalu menutupi seluruh tubuhnya.
Dua sosok berzirah hitam—yang satu memegang Tombak Gugurnya Awan, sementara yang lain menggenggam Tombak Keabadian—mulai berhadapan di dalam ruangan yang jelas terlalu sempit untuk dijadikan medan pertempuran.
Jika Ael dan Pig melihat pemandangan ini, entah apa yang akan mereka pikirkan.
Senjata andalan dua sahabat lama dan rekan seperjuangan itu kini berada di tangan orang lain, bahkan saling beradu dalam pertempuran.
Meskipun telah sadar, pikiran Subaru masih kabur dan linglung.
“Jenderal, tangkap dia...” ucap Subaru perlahan.
Pertarungan ini tidak mungkin dihindari.
Agar Subaru di belakangnya tidak terkena dampak, Kris akhirnya bergerak lebih dahulu.
Ia mengangkat Tombak Gugurnya Awan, lalu menusukkannya lurus ke kepala pria berapi hitam itu.
Satu Garis Menembus Pelangi!
Pada saat yang sama, tekanan energi Kris melalui Wilayah Kegelapan mengunci pria tersebut dengan kuat, membuatnya tidak dapat menghindar ke kiri maupun ke kanan.
Tubuh pria berapi hitam itu segera mundur.
Mundur, lalu terus mundur.
Tombak panjang Kris terus mendesak, hingga akhirnya pria tersebut terpojok di dekat dinding.
Ledakan keras mengguncang tempat itu.
Salah satu dinding lantai empat paviliun samping kediaman penguasa kota tiba-tiba jebol dengan dahsyat.
Dua sosok hitam melesat keluar dari dalamnya.
Baru pada saat itu para penjaga yang berjaga di bawah tersentak kaget dan mencabut senjata mereka. Sebagian segera berlari ke lantai atas, sementara yang lain menatap tegang ke arah dua sosok berzirah hitam yang muncul di langit, mengambil posisi waspada.
Suara ledakan tersebut juga menarik perhatian seluruh penjaga kediaman penguasa kota. Karena sedang berada dalam masa genting, banyak penjaga yang segera berbondong-bondong menuju paviliun samping setelah mendengar keributan.
Malam telah menyelimuti kota, tetapi kediaman penguasa kota masih terang benderang. Sosok Kris dan pria berapi hitam itu terlihat jelas di udara.
Setelah berhasil mendesak pria berapi hitam keluar dari bangunan dan menuju alun-alun kediaman penguasa kota, Kris baru benar-benar berani bertarung tanpa menahan diri.
Wilayah Kegelapan tetap dipertahankan. Tombak Gugurnya Awan terus beradu dengan Tombak Keabadian milik lawannya.
Kekuatan pria berapi hitam itu sangat besar. Itulah penilaian Kris setelah pertukaran serangan singkat mereka.
Sifat api hitam yang menyelubungi tubuh lawannya sangat mirip dengan tingkat kegelapan ketiga, tetapi jauh lebih pekat daripada kekuatan pada tingkat tersebut.
Asap hitam bergulung-gulung seperti api neraka, menyala dengan penuh amarah. Sebaliknya, tidak ada sedikit pun api yang memancar dari zirah hitam milik Kris.
Pertarungan keduanya mengguncang langit dan bumi.
Satu tombak putih dan satu tombak biru bergerak bagaikan kilat, terus mengayun dan meninggalkan bayangan-bayangan samar di udara. Gelombang energi kegelapan yang dahsyat bergema ke seluruh penjuru.
Di mana pun seseorang berada di Kota Tianyuan, suara dan getaran pertarungan itu pasti dapat terdengar serta dirasakan dengan jelas.
Serangan Kris sangat ganas dan tajam.
Namun, pria berapi hitam itu selalu mampu menahannya dan mengurai setiap serangan Kris.
Keduanya bertarung dengan sengit tanpa ada yang mampu mengungguli yang lain.
Dalam waktu singkat, setara dengan secangkir teh, mereka telah bertukar serangan ratusan kali.
Inilah pertarungan di tingkat puncak. Para penjaga kediaman penguasa kota yang menyaksikannya dari bawah bahkan menahan napas.
Sebagian dari mereka telah mengenali salah satu petarung itu. Meskipun tombak Kris telah berubah, zirah yang dikenakannya tetap membuat para penjaga yang sudah lama melihat Pemimpin Ksatria Naga di kediaman tersebut segera mengenalinya.
“Itu Pemimpin Ksatria Naga!”
Para penjaga pun seketika menjadi bersemangat.
Tujuh hari sebelumnya, pria berapi hitam itu telah berteriak lantang di atas kediaman penguasa kota, menyampaikan pengumuman terbuka kepada Subaru. Karena itu, banyak penjaga yang masih mengingat sosoknya dengan jelas.
Kekuatan pria berapi hitam tersebut kala itu telah membuat para penjaga berada di bawah tekanan besar.
Namun, saat Frosa dan Kris sama-sama tidak berada di sana, kediaman penguasa kota tanpa seorang ahli superkuat hanya bisa terdiam.
Kini, tujuh hari kemudian, Kris telah muncul.
Kris telah menghilang dari pandangan semua orang selama berbulan-bulan. Kemunculannya saat ini membuat seluruh penghuni kediaman penguasa kota bersemangat.
Bagaimanapun, setelah Frosa menyamar sebagai Kris kala itu, ia tetap bertindak sebagai dirinya sendiri di Kota Tianyuan dan tidak lagi berpura-pura menjadi Kris.
Karena itu, kemunculan Kris pada saat ini membawa kekuatan—membawa gelora darah dan semangat!
Nama Pemimpin Ksatria Naga telah tertanam kuat di hati semua orang!