Nama-nama Empat Binatang Suci: Naga Biru, Harimau Putih, Burung Merah, dan Kura-Kura Hitam, tentu sudah begitu akrab di telinga banyak orang. Namun, siapa yang tahu alasan mengapa keempat Binatang Suc
Gemuruh... kilat!
Petir berwarna ungu memenuhi seluruh langit malam, dan padang rumput yang tadinya gelap gulita mendadak menjadi sangat jelas. Dalam cahaya kilat ungu itu, di atas padang rumput yang berlumpur, sebuah bayangan hitam bergerak dengan susah payah.
Aku mendongak, menatap kilat-kilat ungu yang rapat menutupi langit, merasakan kekuatan dahsyat alam yang seolah hendak menghancurkan dunia. Aku tak bisa menahan diri untuk tergetar oleh kebesaran alam. Di saat itu, aku merasa diriku begitu kecil, begitu lemah!
Dengan susah payah, aku mengusap air hujan dari wajahku, mendongak ke atas, namun derasnya hujan membuat mataku kabur, membatasi penglihatanku. Hujan ini... luar biasa deras!
Namaku Li Yi, umurku enam belas tahun, berasal dari Shanghai. Tahun ini aku baru saja lulus ujian masuk SMA, menjadi siswa baru kelas satu yang benar-benar biasa saja.
Tentang kenapa aku bisa berada di padang rumput ini, sebenarnya aku juga tidak tahu. Awalnya aku cuma ingin menenangkan diri di pinggiran kota sebelum masuk sekolah, tapi tanpa sadar, ketika berjalan-jalan, tiba-tiba aku sudah berada di padang rumput yang luas ini.
Dalam ingatanku, pinggiran kota Shanghai rasanya tidak punya padang rumput semegah ini, dan... ketika aku menengok ke sekeliling, bangunan-bangunan tinggi kota itu sama sekali tidak terlihat!
Langkahku berat, aku bergerak dengan susah payah menuju arah yang kupilih. Air hujan dari langit telah membuat bajuku basah kuyup, dingin menusuk tulang, membasuh tubuhku tanpa belas kasihan.
Usaha memang tidak mengkhianati ha