Bab 127: Pil Penumbuh Rambut
Ketika orang-orang akhirnya merasa jenuh dan berniat mengalihkan perhatian mereka, Paman Wang, tetangga sebelah, akhirnya mengakhiri ceritanya dengan perasaan yang belum puas. "Sudah, sudah, tidak ada lagi yang bisa Paman bagikan padamu. Semua rahasia dagang sudah Paman tumpahkan habis untukmu."
Bai Qianchun mengangguk, lalu menatap titik botak di kepala Paman Wang yang tampak tidak beraturan dengan rambut yang tumbuh di sana-sini. "Paman Wang, apakah kebotakanmu ini bawaan sejak lahir atau karena kerontokan setelah dewasa? Sudah pernah diobati?"
Paman Wang membelalakkan matanya yang sipit dengan penuh amarah. Sialan, aku berbagi pengalaman berdagang dan kata-kata mutiara kehidupan, kau malah menusuk lukaku tepat di depan mata! Apakah tidak ada lagi kepercayaan antar sesama manusia?
Sudut bibir Bai Qianchun berkedut. "Bukan begitu, aku tidak bermaksud buruk, aku hanya ingin memberimu hadiah sebagai ucapan terima kasih."
Paman Wang segera merasa lega dan tertawa canggung. "Ah, tidak perlu repot-repot. Berbagi cerita denganmu saja sudah membuatku senang. Tapi jika kau benar-benar ingin memberi, Paman tidak akan menolak."
Setelah berkata demikian, ia langsung menggosok-gosokkan kedua tangannya dengan tidak sabar dan menatap Bai Qianchun dengan antusias. "Hadiah apa? Apakah berharga?"
Bai Qianchun terdiam sejenak.
Ia mengambil sebuah botol porselen dari lapaknya dan berkata kepada Paman Wang, "Ulurkan tanganmu."
Paman Wang dengan patuh mengulurkan tangannya. Saat menyadari Bai Qianchun hendak menuangkan sesuatu, ia sedikit merapatkan telapak tangannya agar berbentuk cekungan.
Sesaat kemudian, sebuah benda bulat berwarna hitam pekat menggelinding keluar dari botol dan mendarat tepat di telapak tangannya. Paman Wang menatap benda itu sampai matanya juling, namun tetap tidak tahu apa itu. Ia mendongak menatap Bai Qianchun dan bertanya dengan ragu, "Apakah ini sejenis batu energi tipe baru?"
Wah!
Orang-orang di sekitar seketika tersadar dari rasa kantuk mereka. Para pedagang menjulurkan leher untuk melihat, sementara para pengunjung yang belum beranjak setelah kejadian pria gemuk itu tadi segera merapat dengan penuh rasa ingin tahu. Di pasar perdagangan bebas, seseorang harus peka, berani, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi agar bisa mendapatkan barang berharga. Jadi, tidak heran mereka begitu heboh; bagi mereka, mendapatkan barang langka adalah segalanya.
Bai Qianchun menyapu pandangan ke sekeliling dengan tenang. Ia menyadari bahwa apa yang dikatakan Paman Wang benar: menjual barang di pasar ini sangat mudah, cukup buat sedikit kehebohan, maka perhatian orang-orang akan tertuju padamu.
Teriakan Paman Wang tentang "batu energi baru" tadi rupanya adalah kehebohan yang dimaksud.
Bai Qianchun berdeham dan langsung menjelaskan tanpa bertele-tele, "Bukan, ini adalah obat."
Kali ini Paman Wang benar-benar terkejut. "Obat apa? Kenapa bukan ramuan atau kapsul? Benda hitam ini..."
Ia menunjukkan ekspresi sulit diartikan, namun tidak membantah. Ia secara naluriah mendekatkan benda itu ke hidungnya dan memang mencium aroma pahit obat-obatan.
Mata Bai Qianchun melengkung membentuk bulan sabit. "Obat ini namanya Pil Penumbuh Rambut, khusus untuk mengatasi kerontokan. Baik bawaan maupun karena faktor usia, efeknya instan. Satu butir bisa menumbuhkan rambut sepanjang satu sentimeter."
"Sss—" Paman Wang dan para pedagang lain menatapnya dengan sangat terkejut, seolah melihat dinosaurus dari zaman Jurassic.
Paman Wang menelan ludah. "Be-benar?"
Bai Qianchun menjawab dengan tegas, "Benar. Paman coba saja, toh tidak akan membunuhmu."
Para penonton yang mendengar hal itu pun ikut membujuk, "Benar, cobalah saja, tidak akan mati."
"Lihat titik botakmu itu, kalau benar manjur, kau untung besar."
"Pikirkan jutaan penderita kebotakan di seluruh galaksi. Jika pil ini berhasil, kau adalah pelopor dan peletak dasar bagi kami semua!"
Paman Wang tersedak ludahnya sendiri. Ia tidak terlalu ingin menjadi pelopor. Melihat dirinya terdesak, ia menatap Bai Qianchun dengan perasaan campur aduk. Aku mengajarimu segala hal, tapi kau malah menjadikanku kelinci percobaan? Apakah ini pantas?
Paman Wang sulit percaya bahwa pil hitam kecil ini bisa mengatasi kebotakannya selama bertahun-tahun. Di pasar ini, ramuan yang dijual sering kali tidak teruji. Ia sudah sering tertipu oleh ramuan penumbuh rambut yang tidak jelas, bahkan pernah mengalami kerontokan lebih parah setelah menggunakannya.
Karena sudah trauma, ia takut pil ini justru membuat sisa rambutnya rontok semua.
Melihat Paman Wang yang ragu-ragu, orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik, bahkan ada yang menyebut pil itu sebagai racun. Bai Qianchun merasa kesal.
"Karena Paman tidak bisa memutuskan, biar aku bantu."
Paman Wang merasakan sebuah titik di leher kanannya ditekan, mulutnya terbuka secara otomatis, dan pil hitam itu didorong masuk ke dalam mulutnya oleh gadis di depannya. Pil itu langsung lumer begitu masuk ke mulutnya, bahkan tidak sempat ia keluarkan.
Menyadari fakta yang mengerikan itu, Paman Wang menatap Bai Qianchun dengan penuh dendam. Namun, sebelum ia sempat memprotes, ia mendengar orang-orang di sekitarnya berteriak heboh, "Tumbuh! Tumbuh! Benar-benar tumbuh!"
"Ah, rambut mulai tumbuh di titik botak itu, dan rambut di sekitarnya juga memanjang!"
"Sss, efeknya benar-benar instan, pil ini luar biasa!"
Paman Wang secara refleks meraba kepalanya. Eh, eh, eh? Benar-benar tumbuh! Rambut yang baru tumbuh itu terasa kaku dan kuat.
Ia segera mengubah wajahnya menjadi penuh sanjungan, lalu meraih tangan Bai Qianchun dengan girang. "Jual pil ini padaku! Berapa pun harganya akan kubeli, ini benar-benar obat dewa!"