Bab 32: Kurang Merasakan Kerasnya Dunia Sosial
Melihat pria itu tenggelam dalam rasa bersalah dan penderitaan, Yao Wenxian tertegun sejenak, lalu dengan pasrah mengusap pelipisnya. Aduh, kok daya tahan mentalnya lemah sekali, semoga kakak perempuan tidak mengetahuinya dan memukulnya nanti.
Setelah berpikir sejenak, Yao Wenxian tetap melangkah mendekat dan menepuk bahu Sheng Beiyin di atas selimut, lalu mengucapkan kalimat penghiburan yang tidak terlalu tulus, “Kamu juga tidak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri, sekali jatuh berarti tambah pengalaman. Kamu hanya kurang ditempa keras oleh kehidupan. Selama kamu punya tekad, kelak belum tentu kamu jadi beban tim.”
Wajah Sheng Beiyin yang pucat menatapnya penuh keluh kesah.
Apa itu tadi disebut menghibur orang?
“Ehem.” Yao Wenxian mengalihkan pandangan, sudut bibirnya sempat terangkat namun segera ditahan, lalu ia berkata dengan serius, “Begini, menjadi kuat itu harus perlahan, langkah demi langkah. Jangan terburu-buru, utamakan pulihkan badanmu dulu.”
Sheng Beiyin akhirnya merasa sedikit terhibur. Ia berkedip dan dengan rendah hati bertanya, “Langkah demi langkah itu seperti apa? Menurutmu, apa yang sebaiknya aku lakukan pertama kali?”
“Eh...” Yao Wenxian terdiam sesaat, lalu benar-benar memberikan saran, “Langkah pertama, tingkatkan kemampuanmu. Jika kekuatanmu naik satu tingkat saja, dengan perlindungan kekuatan itu, racun cerpelai beracun kemarin tidak akan menyebar begitu cepat dan mengancammu.”
Sheng Beiyin merasa masuk akal. Sebenarnya, beberapa detik setelah ia keracunan waktu itu, ia belum benar-benar pingsan berat. Jika kekuatannya lebih tinggi, ia mungkin bisa menahan beberapa detik lagi dan sempat mengabarkan bahwa Lin Wen adalah pengkhianat. Ia tak perlu menjadi penasihat yang terlambat seperti sekarang, apalagi dianggap beban tim.
Kelak, ia belum tentu selalu seberuntung ini, selalu ada Yao Wenxian yang punya hubungan baik dengan adiknya dan bisa datang membantu.
Setelah merenung, Sheng Beiyin sempat bersemangat, namun segera lagi ia tampak murung, “Tapi aku pengguna kekuatan kayu. Bukan aku tidak mau berusaha, namun Bintang Sumber Kayu belum aktif kembali. Umumnya pengguna kekuatan kayu memang sulit berkembang. Bahkan asisten adikku, yaitu Kakak Ketiga kalian, Su Shu, sampai sekarang juga baru di peringkat B kekuatan kayu. Tidak mungkin kalian bilang dia kurang berusaha, kan?”
“Jelas tidak mungkin,” Yao Wenxian langsung menyahut.
Ekspresinya menjadi lebih serius. Kalau bicara siapa di antara para sahabat yang dibesarkan oleh kakak perempuan mereka yang paling kompetitif, jelas ia dan Kakak Ketiga, Su Shu. Ia belajar keras, Kakak Ketiga juga begitu. Ia latihan tanpa henti, Kakak Ketiga pun sama, tak pernah gentar oleh hujan dan badai. Untuk mengejar langkah kakak perempuannya di militer, Kakak Ketiga bahkan menggandakan porsi latihannya. Berkeringat dan terluka, ia tak pernah mengeluh. Mungkin bakatnya kurang, tapi tak ada satu orang pun yang bisa bilang dia kurang usaha. Sebagai laki-laki, Yao Wenxian pun merasa malu melihatnya.
Namun, sekalipun begitu, kemampuan Su Shu tetap tak dapat menyaingi peningkatan kekuatannya sendiri. Sebab ia pengguna kekuatan logam, dan berkat Feng Youyu, ia sering pergi ke Bintang Sumber Logam. Dengan bantuan sumber logam, tingkat kekuatannya melonjak pesat seperti menumpang kendaraan super cepat.
Su Shu tidak seberuntung itu. Bintang Sumber Kayu sempat tiga tahun tanpa pemimpin. Setelah pemimpin muncul, ia ikut perang di perbatasan, menghabiskan sebagian besar energi kayu di galaksi. Pemimpin Bintang Sumber Kayu pun terluka parah dalam perang itu, kabarnya butuh tiga tahun untuk pulih dan mengaktifkan kembali bintang tersebut.
Jadi, tanpa dukungan elemen kayu yang mencukupi, sekeras apa pun Su Shu berusaha, hasilnya tetap tidak banyak.
Keduanya saling bertatapan, lalu serempak menghela napas penuh keputusasaan.
Tiba-tiba Yao Wenxian mendapat ide, “Mungkin kamu bisa tanya pada Nona Tabib Kuno tentang jalan pintas meningkatkan kekuatan kayu. Meski usianya tampak muda, kekuatan kayunya sangat tinggi. Perkiraanku, minimal setingkat A.”
“Serius? Itu hebat sekali. Kalau perlu aku berlutut, aku akan tanya sampai dapat jawabannya.” Sheng Beiyin tidak sedikit pun meragukan kata-kata Yao Wenxian, wajahnya penuh kegembiraan yang tak bisa disembunyikan, ingin rasanya langsung melompat dari tempat tidur dan bertanya.
Yao Wenxian pun tersenyum lebar, dan menambahkan, “Kalau kamu benar-benar dapat jawabannya, tolong sampaikan juga pada Kakak Ketiga.”
Sheng Beiyin langsung setuju, “Tentu saja, asisten adikku itu juga asistenku.”
Kamar 205 di kapal luar angkasa, ramai seperti biasa, hari itu pun bisnis benar-benar bagus.
Para pedagang sayur dan buah sangat gembira. Sejak melihat keramaian pelanggan kemarin, semangat mereka kembali membara. Malam hari di kamar, mereka tidak lagi mengobrol santai, bercanda, atau memandangi gadis cantik, melainkan sibuk menanam sayur dan buah dengan hati-hati seperti petani tua.
Pagi ini, sejak bangun, kamar 205 sudah seperti panen raya. Jenis sayur dan buah yang dijual bukan hanya lebih banyak dibanding kemarin, warnanya pun tampak lebih segar dan menarik.
Bai Qianchun sepulang ke kamar tadi malam juga serius mempercepat pertumbuhan tanaman, sampai-sampai keranjang buah apel nyaris tidak muat di kamar.
Para pelanggan hari ini juga sangat bersemangat, terutama mereka yang kemarin selamat dari bahaya. Masing-masing tampak sangat antusias berbelanja.
Apa itu koin bintang? Koin bintang hanya sekadar benda, mati tak terbawa, hidup pun tak berarti kalau tidak dipakai. Hanya dengan dibelanjakan, itu baru milik sendiri.
Sekarang bepergian sangat berbahaya. Kalau sampai sial dan meninggal, bukankah saldo koin bintang di akun jadi sia-sia? Lebih baik dihabiskan lebih cepat, dinikmati lebih dulu. Jangan sampai saat ajal menjemput, yang paling disesali justru koin bintang yang belum sempat dipakai. Mati pun jadi tidak tenang!
Bai Qianchun, si juragan buah berkualitas tinggi ini tentu jadi primadona. Baru saja membuka lapak beberapa menit, puluhan keranjang buah yang ia kumpulkan semalam langsung ludes diserbu pelanggan berduit, bahkan keranjang-keranjangnya pun ikut terjual.
Yao Wenxian dan Sheng Beiyin tiba tepat saat lapak sedang kosong.
Bai Qianchun, dengan kedua tangan yang memancarkan aura hijau, menoleh santai dan menunduk sedikit, “Kartu VIP, ini hadiah terima kasih dari kalian?”
“Benar.” Sheng Beiyin yang hari ini sudah sedikit pulih, tampil rapi dan melangkah maju, dengan sopan memberi salam ala bangsawan pada Bai Qianchun, lalu dengan percaya diri dan bangga menjelaskan, “Dengan kartu VIP ini, kamu bisa memesan kamar kelas atas di kapal luar angkasa lima belas hari lebih awal. Tidak perlu lagi khawatir kehabisan tempat dan terpaksa tinggal di kamar bawah.”
Bai Qianchun tersenyum kecut. Terima kasih atas perhatiannya, tapi ia bukan orang yang mampu membeli kamar kelas atas. Keuntungan pertama ini sama sekali tidak menarik baginya.
“Kedua, dengan kartu VIP ini, kamu bisa menikmati prasmanan gratis di kapal luar angkasa.”
Mata Bai Qianchun langsung berbinar. Ini baru menarik. Kemarin malam ia sudah mencoba makan di restoran prasmanan. Meski rasanya belum bisa mengalahkan masakan Erbing di rumahnya yang luar biasa, setidaknya sudah cukup enak, di atas standar masakan rumahan.
“Ketiga, kamu bisa memasang kapsul hologram di kamar secara gratis, dan bebas main game di dunia maya.”