Bab 127: Saran yang Mengerikan
"Hah..." Leng Ruobing menghela napas panjang. "Qianyu, aku tahu kau masih membenciku karena urusan ayahmu dulu. Bahkan jika aku mencoba membela diri sekarang, kau pasti menganggapnya sebagai alasan semata. Lagipula, kejadian itu sudah berlalu, dan aku sungguh tidak ingin mengungkitnya lagi."
"Lalu untuk apa kau datang menemuiku?" Lan Qianyu meminum susunya tanpa melirik sedikit pun ke arahnya.
"Banyak hal terjadi semalam. Semuanya datang begitu mendadak hingga kita semua kewalahan. Setelah kupikirkan kembali, aku merasa... apakah ada alasan lain di balik pendekatan Ye Yan kepadamu dulu?" Leng Ruobing menatapnya dalam-dalam.
Gerakan Lan Qianyu terhenti. Matanya sedikit bergetar, ia menghindari topik utama dan berkata, "Urusanku tidak perlu kau campuri. Urus saja urusanmu sendiri."
"Aku tidak ingin kau ikut terseret karena masalahku," Leng Ruobing menggenggam tangan Lan Qianyu dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Semalam, saat Ye Yan mengatakan hal-hal itu padaku, ekspresinya begitu kejam dan menakutkan. Aku bisa melihat betapa besar kebenciannya padaku. Aku khawatir dia mendekatimu dan Ningruo sejak awal hanya demi balas dendam kepadaku. Dan dia benar-benar berhasil. Sekarang, kau dan Ningruo menderita karenanya. Jika dia benar-benar memilikimu hanya untuk membalas dendam padaku, kau tidak boleh menikah dengannya. Jika tidak, hidupmu akan hancur."
Lan Qianyu menunduk, terdiam seribu bahasa.
Sebenarnya, semalam ia pun memikirkan hal yang sama. Ye Yan sendiri telah mengakui bahwa tujuannya mendekati Lan Qianyu sejak awal bukanlah hal yang tulus, bahkan penyelamatannya dulu pun hanyalah kepalsuan. Hatinya terasa begitu dingin. Alasan terbesarnya memilih Ye Yan adalah karena pria itu mempertaruhkan nyawa dua kali demi menyelamatkannya. Ia mengira Ye Yan adalah pria yang bertanggung jawab dan akan menyayangi anak mereka dengan baik. Namun kini, keunggulan terbesar pria itu justru berubah menjadi sebuah konspirasi. Keyakinannya pun goyah.
Namun, segalanya sudah menjadi keputusan bulat. Pernikahan mereka akan berlangsung lusa. Apakah ia masih bisa membatalkannya sekarang?
"Jika Ye Yan mengancammu, kau tidak perlu takut. Ada aku di sini, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu," bujuk Leng Ruobing dengan sabar. "Hubungan apa pun yang diawali dengan konspirasi hanya akan berakhir dengan tragedi. Qianyu, kau harus memikirkannya matang-matang."
"Apa lagi yang harus kupikirkan? Aku sudah terjebak dalam situasi yang sulit," Lan Qianyu memejamkan mata dengan perasaan gundah. "Kekuatan keluarga Ye tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan kau pun tidak bisa melawannya, apalagi aku. Lagipula, aku benar-benar tidak bisa membuang anak ini."
Leng Ruobing membuka bibirnya sedikit, lalu berbisik pelan, "Bagaimana jika... anak itu tidak ada?"
"Apa maksudmu?" Lan Qianyu membuka matanya dan menatapnya dengan marah. "Kau memintaku menggugurkan kandungan? Aku tidak akan pernah melakukannya."
"Bukan berarti kau harus menggugurkannya, tapi kau bisa membuatnya percaya bahwa anak itu sudah tiada," suara Leng Ruobing merendah. "Bukankah Ye Yan menikahimu demi anak ini? Jika anak itu tidak ada, dia tidak akan mengganggumu lagi. Kau bisa pergi ke tempat asing dan memulai hidup baru."
Lan Qianyu tertegun menatapnya. Jantungnya berdegup kencang. Ini tampak seperti sebuah cara yang benar-benar efektif. Namun, apakah ia sanggup melakukannya? Ia belum pernah menggunakan tipu daya untuk membohongi siapa pun. Apakah tindakan ini terlalu kejam?
"Kau tidak perlu memutuskan sekarang, pikirkanlah lagi," Leng Ruobing menghela napas. "Sebenarnya aku pun ragu apakah harus melakukan ini atau tidak. Bagaimanapun, sekali melangkah, tidak ada jalan untuk kembali. Namun, setiap kali membayangkan ekspresi kejamnya semalam, aku merasa takut. Aku sungguh takut kau akan mengulangi kesalahan yang sama denganku. Satu langkah salah, maka setiap langkah akan menjadi salah!"