Bab 9: Pakaian Tidur Hitam Berenda

Presiden Jahat, Cinta Malam Malam Esok 1147kata 2026-03-05 06:41:13

Bai Lu tahu bahwa pria itu keras kepala, jika ia terus bersikeras, ujungnya hanya akan berakhir tidak menyenangkan. Maka ia pun terpaksa mengutarakan cara yang ia pikirkan terlebih dahulu...

"Dua malam lalu saat baku tembak di Youse, Lan Qianyu menahan peluru untuk Ye Yan. Entah disengaja atau tidak, bagaimanapun juga dia telah menyelamatkan nyawanya. Tunanganmu tertembak karena menyelamatkan Ye Yan, sekarang masih terbaring di rumah sakit, sampai-sampai pernikahan kalian tertunda. Itu budi yang sangat besar. Ye Yan adalah tokoh terkenal di dunia bisnis, masak budi sebesar itu tidak akan ia balas?"

Begitu mendengar cara yang diusulkan Bai Lu, mata Xiao Qi langsung berbinar. Sebenarnya ia sudah tahu reputasi besar Ye Yan. Demi mengambil hati Ye Yan, Xiao Qi bahkan rela menyerahkan ruang VIP miliknya di Youse. Namun Ye Yan selalu dikenal angkuh dan sulit didekati. Selain itu, Xiao Qi juga sadar diri, Tianling Group adalah perusahaan internasional terkemuka, mana mungkin mereka tertarik pada perusahaan kecil seperti milik keluarga Xiao?

Namun kini, setelah mendengar penjelasan Bai Lu, ia merasa ada harapan.

Xiao Qi segera menelpon sekretaris Ye Yan untuk membuat janji bertemu. Sekretarisnya meminta nama dan kontaknya, lalu berjanji akan menghubungi kembali. Tak disangka lima menit kemudian sekretaris itu menelpon lagi, memintanya bertemu siang ini di Caprice.

Xiao Qi begitu gembira, sekarang sudah pukul sembilan pagi, dan sekretaris mengatur pertemuan siang ini juga. Tampaknya Ye Yan masih memberinya kesempatan.

"Bagaimana? Cara yang kupikirkan bagus, kan?" Bai Lu menarik kerah baju Xiao Qi dan membawanya ke dalam pelukannya. "Percayalah, asalkan kamu bisa tampil baik siang nanti, Ye Yan pasti akan berinvestasi padamu..."

"Semoga saja." Suasana hati Xiao Qi membaik, ia tak menolak Bai Lu, bahkan mengikuti gerakan tangan Bai Lu dan menindih tubuhnya. Ciuman panas Bai Lu datang menyerbu, ia pun membalasnya, tangannya menyelusup masuk ke baju tidur renda hitam Bai Lu, meremas puncak tubuh wanita itu yang memesona. Bai Lu mendesah lirih, tubuhnya meliuk-liuk seperti ular, satu tangan melingkar di leher Xiao Qi, tangan lainnya mulai membuka sabuk pria itu...

**

Ye Yan sama sekali tidak melihat data tentang Xiao Qi. Ketika tadi sekretarisnya melapor soal pertemuan yang diminta Xiao Qi, andai saja Zhao Jun tidak menyelipkan keterangan bahwa Xiao Qi adalah tunangan Lan Qianyu, ia tak akan pernah menaruh perhatian pada orang kecil seperti itu.

Zhao Jun bertanya, "Xiao Qi meminta bertemu di saat seperti ini, bukankah ia ingin memanfaatkan kejadian tunangannya menahan peluru demi Anda, agar Anda mau berinvestasi di perusahaannya?"

"Tentu saja," sudut bibir Ye Yan terangkat membentuk seringai sinis, "benar-benar bukan laki-laki sejati."

Ye Yan lalu menelpon seseorang; yang pertama terdengar justru suara desahan wanita yang penuh nafsu, disertai napas berat. Sebuah suara pria yang serak dan dalam pun terdengar, "Ada apa?"

"Kalau sehari saja kamu tidak main perempuan, apa kamu bakal mati?" Wajah Ye Yan dipenuhi rasa jijik, seolah-olah melihat barang kotor.

"Aku tak seperti kamu... begitu setia, hanya menunggu satu wanita saja..." Pria itu berbicara di sela-sela desahan, suaranya terdengar janggal.

"Menjijikkan," Ye Yan mengernyit, "Selesai urusanmu, hubungi aku lagi."

"Kalau ada yang penting, bicara saja." Suara-suara aneh dari sana pun terhenti.

"Kakak tirimu sudah datang mencariku. Dia benar-benar payah, tega menggunakan tunangannya sendiri sebagai umpan demi keuntungan diri. Sampah macam itu jelas tak sebanding denganmu."

"Tentu saja. Anak haram dari selingkuhan mana bisa dibandingkan denganku?" Nada suara yang dingin dan penuh kebencian. "Ingat janjimu, siapa pun dari perusahaan Xiao yang memohon padamu, jangan sekali-kali mau berinvestasi."

"Perusahaan seburuk itu mana mungkin aku mau berinvestasi? Tapi toh perusahaan Xiao sudah di ambang kebangkrutan, apa gunanya kamu memperebutkannya?"